Minggu, 02 November 2014

OPERASI MATEMATIKA
Dalam Microsof Excel ada beberapa simbol Matematika Umum  berikut ini adalah contoh simbolnya :
Contoh soal :

Cara Membuat Grafik Garis (Line Chart) di Excel 2007 - 2010 

Sama seperti grafik batang dan kolom, grafik atau diagram garis (line chart) berguna untuk menyajikan perbandingan data pada satu atau beberapa seri data. Perbedaannya, grafik garis memungkinkan kita untuk menemukan tren atau pola data dari waktu ke waktu. Misalnya, naik turunnya penjualan, laba perusahaan, temperatur, atau harga saham dan valas selama periode tertentu.

Grafik garis Excel - Computer 1001
Pada grafik garis, kategori data disajikan pada sumbu horizontal dan nilai data berada di sumbu vertikal.
Microsoft Excel memiliki beberapa model grafik garis, yaitu: line, stacked line, dan 100% stacked line yang memiliki marker (penanda) dan yang tanpa marker dalam bentuk 2-D, serta grafik garis model 3-D.
Pada tutorial ini akan dibahas cara membuat grafik garis yang memiliki marker untuk satu seri data, seperti yang sering digunakan oleh koran dan majalah untuk menyajikan informasi nilai saham dan valas.

Kapan Menggunakan Grafik Garis?

Gunakan grafik garis, apabila:
  • Memiliki beberapa seri data.
  • Memiliki data dengan interval yang sama atau berurutan, seperti hari, bulan, kuartal, atau tahun fiskal.

Langkah-langkah Membuat Grafik Garis

  1. Pertama-tama kita akan mengatur document theme untuk grafik. Default theme pada Excel 2007 dan 2010 adalah theme Office. Bila Anda menggunakan theme ini, maka lanjutkan ke langkah 2. Bila lembar kerja menggunakan theme yang lain, maka ubah theme terlebih dahulu, yaitu pada Page Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih Office.
    Office theme di Excel
  2. Pilih range data yang akan dibuatkan grafik garis.
    Pilih range data untuk dibuatkan grafik garis Excel
  3. Pada Insert tab, grup Charts, klik Line dan pilih Line with Markers.
    Grafik garis Excel model Line with Markers
    Grafik garis akan ditampilkan di lembar kerja. Lihat keterangan pada gambar untuk elemen-elemen pada grafik garis.
    Tamplilan awal grafik Excel dan elemen-elemen grafik
  4. Selanjutnya kita akan memilih chart styles. Klik pada grafik untuk menampilkan Chart Tools. Pada Chart Tools, Design tab, Chart Styles grup, klik Style 30.
    Chart Style 30 Excel
  5. Grafik memiliki nama yang sama dengan legend. Oleh karena itu, legend tidak diperlukan dan kita akan menyembunyikannya. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Legend dan pilih None.
  6. Berikutnya adalah menampilkan nilai Data Label di bawah setiap marker. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Data Labels dan pilih Below.
  7. Pada langkah ini, kita akan menghapus gridlines horizontal pada background grafik. Klik grafik dan pada Chart Tools, Layout tab, Axes grup, klik Gridlines, pilih Primary Horizontal Gridlines dan klik None.
    Hasilnya adalah seperti gambar berikut.
    Grafik garis Excel dengan nilai data label
  8. Pada langkah ini, kita akan mengubah tampilan marker menjadi lingkaran dan membuat garis pada grafik berbentuk seperti tali tipis yang berayun naik turun sesuai dengan nilai data. Caranya:
    1. Klik kanan marker grafik dan pilih Format Data Series.
      Klik kanan marker untuk menampilkan pop-up menu
    2. Klik Marker Options dan pada Marker Type, klik Built-in.
    3. Di bagian Type, pilih gambar lingkaran dan atur Size menjadi 10.
      Catatan: ada perbedaan bentuk lingkaran pada Excel 2007 dan 2010 seperti yang disajikan pada gambar di bawah ini. Namun tampilan marker pada grafik akan tetap sama.
      1. Di bagian Type, pilih gambar lingkaran dan atur Size menjadi 10.
        Catatan: ada perbedaan bentuk lingkaran pada Excel 2007 dan 2010 seperti yang disajikan pada gambar di bawah ini. Namun tampilan marker pada grafik akan tetap sama.
        Pilih Marker Type dan Size grafik garis
    4. Tanpa menutup kotak dialog Format Data Series, klik Line Style:
      1. Atur Width menjadi 2 pt untuk membuat garis grafik yang tipis.
      2. Centang kotak Smoothed line untuk menghilangkan tampilan garis yang kaku.
        Ukuran dan bentuk garis grafik
    5. Klik Close untuk menutup kotak dialog Format Data Series. Tampilan grafik setelah selesai diformat adalah seperti gambar berikut ini.
      Tampilan grafik garis Excel yang telah selesai diformat

    Tip:
  9. Gunakan document theme untuk mengganti tampilan warna dan font grafik dengan cepat dan mudah. Pada Page Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih theme baru.
    Berikut adalah contoh grafik yang theme-nya diubah ke Grid (theme Excel 2010), dengan tambahan gridlines vertikal.
    Tampilan grafik garis Excel 2010 dengan document theme Grid
  10. Perbesar ukuran grafik dengan cara: pada Chart Tools, Format tab, Size grup, isi kotak Shape Height untuk tinggi, misalnya 10 cm dan Shape Width untuk lebar grafik, misalnya 14 cm.
    Tip: Kita juga bisa memperbesar ukuran grafik dengan mengklik dan menggeser sizing handle (panah dua arah). Cara menampilkan sizing handle: taruh kursor pada salah satu sudut grafik yang ada tiga titik.
  11. Grafik yang telah dibuat bisa disimpan sebagai template untuk digunakan kemudian. Petunjuknya ada di tutorial ini: Cara Membuat dan Menggunakan Chart Template di Excel.
  12. Anda juga bisa download 30 chart template di artikel ini: Free 30 Chart Templates Excel.
    1. Pilih Marker Type dan Size grafik garis

 

Fungsi statistik (referensi)

Klik salah satu link dalam daftar berikut ini untuk melihat bantuan detail tentang fungsi ini.
Fungsi Deskripsi
Fungsi AVEDEV Mengembalikan nilai rata-rata simpangan absolut atas poin data dari nilai rata-ratanya
Fungsi AVERAGE Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya
Fungsi AVERAGEA Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya, termasuk angka, teks dan nilai logika
Fungsi AVERAGEIF Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel dalam rentang yang memenuhi kriteria
Fungsi AVERAGEIFS Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel yang memenuhi beberapa kriteria
Fungsi BETA.DIST Mengembalikan fungsi distribusi kumulatif beta
Fungsi BETA.INV Mengembalikan nilai inversi dari fungsi distribusi kumulatif untuk distribusi beta yang ditentukan
Fungsi BINOM.DIST Mengembalikan probabilitas distribusi binomial individual
Fungsi BINOM.DIST.RANGE Mengembalikan probabilitas hasil percobaan menggunakan distribusi binomial
Fungsi BINOM.INV Mengembalikan nilai terkecil di mana distribusi binomial kumulatifnya lebih kecil atau sama dengan nilai kriteria
Fungsi CHISQ.DIST Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif
Fungsi CHISQ.DIST.RT Mengembalikan probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat
Fungsi CHISQ.INV Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif
Fungsi CHISQ.INV.RT Mengembalikan nilai inversi probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat
Fungsi CHISQ.TEST Mengembalikan nilai uji untuk independensi
Fungsi CONFIDENCE.NORM Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk rata-rata populasi
Fungsi CONFIDENCE.T Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk nilai rata-rata populasi, menggunakan distribusi t Student
Fungsi CORREL Mengembalikan koefisien korelasi di antara dua rangkaian data
Fungsi COUNT Menghitung jumlah angka dalam daftar argumen
Fungsi COUNTA Menghitung jumlah nilai dalam daftar argumen
Fungsi COUNTBLANK Menghitung jumlah sel kosong di dalam rentang
Fungsi COUNTIF Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi kriteria
Fungsi COUNTIFS Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi beberapa kriteria
Fungsi COVARIANCE.P Mengembalikan kovarians, rata-rata produk simpangan berpasangan
Fungsi COVARIANCE.S Mengembalikan sampel kovarians, rata-rata simpangan produk dari setiap pasang poin data dalam dua rangkaian data
Fungsi DEVSQ Mengembalikan jumlah kuadrat simpangan
Fungsi EXPON.DIST Mengembalikan distribusi eksponensial
Fungsi F.DIST Mengembalikan distribusi probabilitas F
Fungsi F.DIST.RT Mengembalikan distribusi probabilitas F
Fungsi F.INV Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F
Fungsi F.INV.RT Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F
Fungsi F.TEST Memperoleh hasil uji-F
Fungsi FISHER Mengembalikan nilai transformasi Fisher
Fungsi FISHERINV Mengembalikan nilai inversi transformasi Fisher
Fungsi FORECAST Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear
Fungsi FREQUENCY Mengembalikan nilai distribusi frekuensi sebagai array vertikal
Fungsi GAMMA Mengembalikan nilai fungsi gamma
Fungsi GAMMA.DIST Mengembalikan distribusi gamma
Fungsi GAMMA.INV Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif gamma
Fungsi GAMMALN Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)
Fungsi GAMMALN.PRECISE Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)
Fungsi GAUSS Mengembalikan nilai 0,5 lebih kecil daripada distribusi kumulatif normal standar
Fungsi GEOMEAN Mengembalikan nilai rata-rata geometrik
Fungsi GROWTH Mengembalikan nilai di sepanjang tren eksponensial
Fungsi HARMEAN Mengembalikan nilai rata-rata harmonik
Fungsi HYPGEOM.DIST Mengembalikan distribusi hipergeometrik
Fungsi INTERCEPT Mengembalikan titik potong dari garis regresi linear
Fungsi KURT Mengembalikan nilai kurtosis dari rangkaian data
Fungsi LARGE Mengembalikan nilai k-th yang paling besar dalam rangkaian data
Fungsi LINEST Mengembalikan parameter dari tren linear
Fungsi LOGEST Mengembalikan parameter dari tren eksponensial
Fungsi LOGNORM.DIST Mengembalikan distribusi lognormal kumulatif
Fungsi LOGNORM.INV Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif lognormal
Fungsi MAX Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen
Fungsi MAXA Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi MEDIAN Mengembalikan nilai median dari bilangan
Fungsi MIN Mengembalikan nilai minimum dalam daftar argumen
Fungsi MINA Mengembalikan nilai terkecil dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi MODE.MULT Mengembalikan array vertikal dari nilai yang paling sering muncul, atau nilai berulang dalam array atau rentang data
Fungsi MODE.SNGL Mengembalikan nilai paling umum dalam satu unit data
Fungsi NEGBINOM.DIST Mengembalikan distribusi binomial negatif
Fungsi NORM.DIST Mengembalikan distribusi kumulatif normal
Fungsi NORM.INV Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal
Fungsi NORM.S.DIST Mengembalikan distribusi kumulatif normal standar
Fungsi NORM.S.INV Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal standar
Fungsi PEARSON Mengembalikan koefisien korelasi momen produk Pearson
Fungsi PERCENTILE.EXC Mengembalikan nilai persentil ke-k dalam sebuah rentang, di mana k berada dalam rentang 0..1, tidak termasuk 0 dan 1.
Fungsi PERCENTILE.INC Mengembalikan persentil k-th nilai dalam satu rentang
Fungsi PERCENTRANK.EXC Mengembalikan peringkat nilai dalam rangkaian data sebagai persentase (0..1, tidak termasuk 0 dan 1) dari rangkaian data
Fungsi PERCENTRANK.INC Mengembalikan peringkat persentase nilai dalam satu set data
Fungsi PERMUT Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek
Fungsi PERMUTATIONA Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek (dengan perulangan) yang bisa dipilih dari objek total
Fungsi PHI Mengembalikan nilai fungsi kepadatan untuk distribusi normal standar
Fungsi POISSON.DIST Mengembalikan distribusi Poisson
Fungsi PROB Mengembalikan probabilitas yang nilainya di antara dua batas
Fungsi QUARTILE.EXC Mengembalikan kuartil dari rangkaian data, berdasarkan nilai persentil dari 0..1, tidak termasuk 0 dan 1
Fungsi QUARTILE.INC Mengembalikan nilai kuartil dari rangkaian data
Fungsi RANK.AVG Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan
Fungsi RANK.EQ Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan
Fungsi RSQ Mengembalikan kuadrat dari koefisien korelasi momen produk Pearson
Fungsi SKEW Mengembalikan nilai kecondongan distribusi
Fungsi SKEW.P Mengembalikan nilai kecondongan distribusi didasarkan pada populasi: karakterisasi dari derajat asimetris dari distribusi di sekitar nilai rata-ratanya
Fungsi SLOPE Mengembalikan kemiringan dari garis regresi linear
Fungsi SMALL Mengembalikan nilai k-th yang paling kecil dalam rangkaian data
Fungsi STANDARDIZE Mengembalikan nilai yang dinormalkan
Fungsi STDEV.P Menghitung simpangan baku berdasarkan populasi keseluruhan
Fungsi STDEV.S Memperkirakan simpangan baku berdasarkan satu sampel
Fungsi STDEVA Memperkirakan nilai deviasi standar berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi STDEVPA Menghitung nilai deviasi standar berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi STEYX Mengembalikan standar kesalahan dari nilai perkiraan y untuk setiap nilai x dalam regresi
Fungsi T.DIST Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student
Fungsi T.DIST.2T Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student
Fungsi T.DIST.RT Mengembalikan distribusi-t Student
Fungsi T.INV Mengembalikan nilai t dari distribusi t Student sebagai fungsi probabilitas dan derajat kebebasan
Fungsi T.INV.2T Mengembalikan nilai inversi dari distribusi t Student
Fungsi T.TEST Mengembalikan probabilitas terkait uji-t Student
Fungsi TREND Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear
Fungsi TRIMMEAN Mengembalikan nilai rata-rata bagian dalam dari rangkaian data
Fungsi VAR.P Menghitung varians berdasarkan populasi keseluruhan
Fungsi VAR.S Memperkirakan nilai varians berdasarkan satu sampel
Fungsi VARA Memperkirakan nilai varians berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi VARPA Menghitung nilai varians berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika
Fungsi WEIBULL.DIST Mengembalikan distribusi Weilbull
Fungsi Z.TEST Mengembalikan nilai probabilitas satu-ujung uji-z

sekian dari saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar